Preserve Data
2 min read
Data Preserved during Redeploy #
Platform ini secara otomatis menjaga file sistem sensitif dan konfigurasi container agar semua penyesuaian Kamu tetap ada setelah proses redeployment. Berikut data yang secara default akan dipertahankan:
- Semua konfigurasi kustom sebelumnya (seperti perintah run, links, environment variables, dll.) tidak akan berubah
- Isi volume (baik default maupun yang kamu tambahkan sendiri)
- Konfigurasi AutoFS dan NFS:
- /etc/autofs.jelastic
- /etc/auto.master
- /etc/exports
- Konfigurasi firewall:
- /etc/nftables/container-defined.nft
- /etc/nftables/user-defined.nft
- /etc/sysconfig/iptables-custom
- /etc/sysconfig/iptables4-jelastic
- /etc/sysconfig/iptables6-jelastic
- /etc/iptables/rules.v4
- Data akses SSH:
- /root/.ssh/authorized_keys
- /root/.ssh/authorized_keys2
- /root/.ssh/id_rsa
Selain itu, setiap container yang dikelola oleh platform punya file khusus:
/etc/jelastic/redeploy.conf
File ini menyimpan konfigurasi penting yang berkaitan dengan stack software di container, supaya tetap bisa berjalan dengan baik setelah redeploy. Kamu bisa buka dan ubah file ini dengan mudah—misalnya lewat shortcut “Favorites” di file manager bawaan platform.

File redeploy.conf dibagi menjadi dua bagian yaitu system dan custom.
System Files and Folders #
Setiap container yang dikelola oleh platform sudah dilengkapi dengan daftar file konfigurasi sistem yang secara otomatis akan dipertahankan selama proses redeploy. Jadi, Kamu tidak perlu mengubah daftar ini secara manual, kecuali Kamu benar-benar paham dengan apa yang sedang Kamu lakukan.

Daftar file konfigurasi yang dipertahankan saat redeploy bisa berbeda tergantung pada software stack yang digunakan. Namun, ada beberapa file konfigurasi umum yang selalu disertakan di semua container, yaitu:
- /etc/jelastic/redeploy.conf – menyimpan konfigurasi redeploy itu sendiri, termasuk daftar file dan direktori yang harus dipertahankan saat redeploy berikutnya.
- ${home}/.bash_profile – berisi pengaturan default untuk SSH shell, seperti pesan sambutan dan file konfigurasi yang perlu dimuat.
- /etc/nftables/container-defined.nft – menyimpan aturan firewall default bawaan dari image.
- /etc/nftables/user-defined.nft – berisi aturan firewall tambahan yang ditentukan oleh pengguna.
📝 NOTE
Untuk container berbasis CentOS 7 (legacy), konfigurasi firewall yang digunakan sedikit berbeda dari yang berbasis sistem baru. Berikut file konfigurasi firewall yang dipertahankan saat redeploy:
- /etc/sysconfig/iptables – berisi aturan firewall default.
- /etc/sysconfig/iptables-custom – menyimpan aturan firewall tambahan yang ditentukan pengguna.
- /var/lib/jelastic/keys – menyimpan private key SSH yang telah diunggah, yang dibutuhkan untuk akses SSH ke dalam container dan untuk berinteraksi dengan container lain.


Selain itu, file redeploy.conf pada tiap tipe node juga mencakup file konfigurasi tambahan yang spesifik terhadap stack yang digunakan. Artinya, tiap jenis stack (misalnya Node.js, MySQL, Apache, dll.) memiliki daftar file konfigurasi sendiri yang dianggap penting dan akan tetap dipertahankan saat proses redeploy container dilakukan.
((gambar dari masjo))
Custom Files and Folders #
Kamu bisa menambahkan file dan folder khusus ke daftar konfigurasi sistem default jika memang diperlukan. Caranya, buka file redeploy.conf dan tambahkan entri di bagian “custom files and folders“ dengan path lengkap ke file atau folder tersebut (setiap entri ditulis di baris terpisah).
Disarankan hanya menambahkan file konfigurasi sistem yang benar-benar dibutuhkan agar container tetap berjalan dengan baik setelah proses redeploy. Untuk menyimpan data aplikasi atau file lainnya, sebaiknya gunakan volume container.

Jika diperlukan, Kamu bisa menyimpan versi lama dan versi baru dari file konfigurasi (sebelum dan sesudah redeploy). Caranya, platform akan membuat salinan cadangan (backup) dari file konfigurasi yang ada sebelum diganti dengan versi baru dari tag image yang digunakan.
Untuk membuat backup seperti ini, cukup tambahkan path file yang ingin dicadangkan ke dalam file redeploy.conf, dan beri awalan “backup:” pada entri tersebut. Contoh:
![]()
Setelah proses redeploy, konfigurasi dari container lama bisa dikenali melalui ekstensi “backup” atau “timestamp” yang sesuai. File-file ini memudahkan Kamu untuk melakukan rollback jika konfigurasi baru tidak kompatibel atau ingin dianalisis ulang. Berikut penjelasannya:
- {file_name}: file dari container baru (berdasarkan tag yang baru).
- {file_name}.{timestamp}: backup otomatis yang dibuat tepat sebelum redeploy, mencantumkan waktu sebagai penanda.
- {file_name}.backup: backup terakhir yang dibuat, menggantikan backup sebelumnya dengan nama yang sama.
Dengan cara ini, Kamu bisa dengan mudah beralih ke pengaturan yang sebelumnya digunakan dengan mengganti file tersebut dengan backupnya (melalui penggantian nama file atau meng-copy isi file).
Powered by BetterDocs
