Container Ports
3 min read
Tab Ports memberikan Kamu informasi umum dan kontrol untuk mengelola port container di dalam platform.

Berikut daftar port yang terbuka secara default pada platform ini :
- 80, 8080, 8686 – Meneruskan trafik HTTP langsung ke port 80
- 4848, 8443, 4901–4910 – Meneruskan trafik HTTPS (SSL) ke port yang juga menggunakan SSL
- 443 – Meneruskan trafik HTTPS ke layanan yang berjalan di port 80 (HTTP)
- 4949, 7979 – Meneruskan trafik HTTPS ke layanan yang juga berjalan di HTTP
💡 TIP
Gunakan tabel di bawah ini sebagai referensi untuk memahami bagaimana port bekerja di platform, khususnya saat menggunakan SLB (Shared Load Balancer) :

Kamu juga bisa membuka port tambahan di platform dengan dua cara berikut:
- Endpoints – Metode ini akan memetakan port internal container ke port eksternal acak melalui Shared Load Balancer (SLB) milik platform. Cocok untuk akses terbatas tanpa perlu IP publik.
- Public IP – Dengan cara ini, container kamu akan diberikan IP publik langsung, sehingga semua port di container bisa diakses langsung dari luar tanpa pembatasan.

Tergantung dari metode yang kamu pilih (Endpoints atau Public IP), kamu hanya perlu menghubungkan layanan atau aplikasi kamu (application listener) ke alamat internal atau eksternal yang diberikan.
Ports Auto Redirect #
Platform ini secara otomatis akan mengarahkan permintaan masuk (incoming requests) ke aplikasi yang berjalan di dalam container.
Saat node dibuat, platform akan mendeteksi port yang terbuka di level TCP. Port-port standar seperti untuk SSH, email, database, dan layanan umum lainnya akan disaring otomatis agar tidak digunakan sebagai jalur akses utama. Dari sisa port yang tersedia, port pertama yang aktif akan dipilih sebagai entry point—artinya, semua permintaan dari luar akan langsung diarahkan ke port tersebut.
Proses ini dilakukan setiap kali container dijalankan, sehingga aplikasi Kamu akan langsung tersedia melalui Shared Load Balancer bawaan, tanpa perlu pengaturan manual. Hal ini memudahkan deployment karena aplikasi bisa langsung diakses begitu selesai dibuat.
Namun, kalau Kamu ingin menonaktifkan atau menyesuaikan fungsi auto-redirect ini (misalnya karena sistem secara otomatis mengarahkan ke panel admin aplikasi kamu), Kamu bisa atur secara manual saat pembuatan container. Caranya :
- Masuk ke tab Variables saat mengatur container.
- Tambahkan variabel baru dengan nama: JELASTIC_EXPOSE
- Atur nilainya sesuai kebutuhan :
- 0 Disabled — Untuk disable auto-direct
- Angka antara 1 – 65535 — Mengarahkan permintaan masuk ke port tertentu yang kamu tentukan.
- Nilai lain (atau dikosongkan) — Auto-redirect akan berjalan seperti biasa (ke port pertama yang aktif)
Platform akan memeriksa port-port ini satu per satu, dan akan mengarahkan ke port pertama yang aktif. Cara ini bisa mempercepat proses startup container, karena sistem tidak perlu memeriksa semua port terbuka secara menyeluruh seperti pada pengaturan default.
📝 NOTE
Jika kamu menentukan port secara spesifik menggunakan variabel JELASTIC_EXPOSE, maka variabel JELASTIC_PRIORITY_PORTS akan diabaikan sepenuhnya. Sistem hanya akan mengarahkan ke port yang kamu tentukan di JELASTIC_EXPOSE`.
Kalau tidak ada layanan yang ditemukan di port-port yang kamu sebutkan di JELASTIC_PRIORITY_PORTS, maka platform akan kembali ke mekanisme auto-redirect default, yaitu memilih port pertama yang aktif dari hasil deteksi otomatis.
Jika kamu menggunakan server aplikasi Node.js, kamu bisa menambahkan variabel REDIRECT_EXCLUDE_PORTS untuk mengecualikan port tertentu dari algoritma auto-redirect.
Contohnya: kalau kamu isi REDIRECT_EXCLUDE_PORTS=3001,3002, maka meskipun port tersebut aktif, sistem tidak akan mengarahkannya, termasuk dari port 80.
Untuk mendapatkan kontrol yang lebih fleksibel terhadap akses ke node, kamu juga bisa mengatur firewall container sesuai kebutuhan.
Powered by BetterDocs
