Custom Containers Deployment
4 min read
Platform ini bisa secara otomatis membuat custom container dari Docker image standar (dengan OS dan arsitektur yang didukung), baik dari Docker Hub maupun registry publik/pribadi lainnya. Container semacam ini tetap mempertahankan isi perangkat lunak asli dari image-nya, tapi tetap mendapat semua keuntungan dari platform seperti:
- Vertical dan horizontal scaling otomatis
- Monitoring log, statistik, dan notifikasi
- File manager bawaan untuk konfigurasi
Namun, perlu diingat bahwa kelancaran aplikasi di dalamnya tidak dijamin, karena dikelola oleh pembuat image pihak ketiga, bukan oleh platform.

đź’ˇ TIP
Platform ini mendukung berbagai software stack populer melalui certified container, yaitu template yang operasinya dijamin lancar dan rutin diperbarui ke versi terbaru.
Dalam panduan ini, Kamu akan mempelajari cara memulai dengan custom Docker container—mulai dari membuat hingga mengelola berbagai jenis aplikasi dan layanan yang tersedia di Docker Hub atau registry pribadi milikmu.
Custom Containers From Docker Hub #
1. Buka topology wizard untuk lingkungan baru dengan mengklik tombol New Environment di pojok kiri atas dashboard.

Beralihlah ke tab Custom di bagian atas wizard. Di dalamnya, kamu akan menemukan beberapa blok dengan nama layer yang berbeda di sebelah kiri, di mana masing-masing memungkinkan kamu membuat custom container berdasarkan Docker image yang dipilih. Gunakan bagian-bagian ini untuk membagi dan menyusun topology sesuai kebutuhanmu.
Pilih layer yang dibutuhkan, lalu klik tombol Select Image.
2. Di jendela Select Container yang terbuka, kamu akan melihat beberapa tab berikut:
- Quick Start: Menyediakan kumpulan template paling populer atau yang direkomendasikan untuk layer yang dipilih (tab ini mungkin tidak tersedia tergantung pengaturan dari penyedia hosting kamu).
- Search: Memungkinkan kamu mencari template yang diinginkan dari registry Docker Hub pusat.
- Custom: Di sini kamu bisa menambahkan template milikmu sendiri dari registry custom atau private.
- Favorite: Tempat menyimpan image yang sering digunakan atau akan digunakan di masa depan untuk akses yang lebih cepat.

Sebagai contoh, mari kita coba Search di registry resmi Docker Hub — buka tab dengan nama yang sama, lalu ketikkan nama lengkap atau sebagian nama image yang kamu cari ke kolom input (misalnya appsvcsample/static-site) dan tekan Enter.
Platform akan menampilkan hasil yang relevan dalam beberapa saat. Klik template yang kamu inginkan untuk menambahkannya ke layer yang dipilih. Kamu juga bisa memilih tag yang diperlukan melalui drop-down list di bagian atas jendela. Kolom ini mendukung pencarian, sangat berguna jika image memiliki banyak tag.
📝 NOTE
Arahkan kursor ke salah satu image untuk menampilkan panel tambahan dengan beberapa fungsi. Klik teks More details untuk membuka halaman repository Docker Hub-nya di tab browser baru.
Kamu bisa menandai sebuah image sebagai Favorite dengan mengklik ikon bintang di pojok kanan atas. Setelah itu, image tersebut akan muncul di tab Favorite untuk akses cepat. Jika ingin menghapusnya dari daftar, cukup klik ikon bintang itu lagi.
Image Docker yang berbeda tidak bisa ditambahkan ke dalam satu layer yang sama. Kalau kamu ingin menambahkan lebih banyak image, gunakan layer yang berbeda. Blok Extra bisa dipakai untuk memperluas topologi sesuai kebutuhanmu.

Klik tombol Next setelah kamu selesai menyusun topologi.
3. Setelah kembali ke wizard dengan semua custom container yang dibutuhkan sudah ditambahkan, kamu bisa mulai mengatur dan mengelolanya seperti node biasa:

Klik tombol Create di bagian bawah wizard untuk memulai proses pembuatan environment.
4. Selesai! Dalam beberapa menit, environment kamu yang berisi custom container akan selesai dibuat dan muncul di dashboard.

Kamu bisa Open in Browser setiap container dengan tombol yang tersedia di sampingnya, atau membuka seluruh environment melalui domain yang sudah ditentukan (tertera di bawah nama environment). Jika membuka dari domain environment, maka yang akan ditampilkan adalah layer application server atau load balancer (jika ada).
📝 NOTE
Tidak semua custom container langsung menyediakan antarmuka web secara default. Jadi, kamu bisa saja mendapatkan error 502 application down saat mencoba mengakses node tersebut lewat browser. Namun, ini tidak berarti imagenya salah atau rusak.Untuk memastikan layanan yang diperlukan berjalan, kamu bisa cek proses yang sedang berjalan di dalam container menggunakan koneksi SSH. Selain itu, jika aplikasi kamu dideploy di container tanpa public IP dan tidak mendengarkan (listen) pada port 80, maka akan muncul halaman error khusus 502 – Service is down saat dibuka di browser.Solusinya:
- Pastikan container kamu menjalankan layanan HTTP (seperti Nginx atau Apache).
- Pastikan layanan tersebut diatur untuk menangani request masuk melalui port 80.
Dibawah ini kamu bisa lihat contoh dari Docker Application Sample saat dibuka di browser

Kamu bisa melakukan konfigurasi tambahan pada container ini langsung dari dashboard. Misalnya, kamu dapat mengelola file melalui file manager bawaan atau menggunakan Web SSH client. Dalam kedua metode ini, kamu diberikan akses root penuh untuk melakukan penyesuaian sesuai kebutuhanmu.
Containers from Custom/Private Registry #
Selain berbagai template publik yang tersedia di registry resmi Docker Hub, platform ini juga memungkinkan kamu untuk mendeploy image private dari registry custom mana pun. Template ini akan disimpan oleh platform (dalam bagian Custom), sehingga bisa kamu kelola seperti image publik biasa.
Jika repository-nya dilindungi dengan autentikasi, kamu hanya perlu memasukkan kredensial akses sekali saja saat penambahan. Untuk proses autentikasi selanjutnya (seperti saat scaling atau redeploy), platform akan melakukannya secara otomatis.
Berikut ini detail cara untuk menambahkan image private :Â
1. Masuk ke tab Custom di topology wizard > Klik tombol Add New Image.

2. Pada frame yang muncul, masukkan nama repository-mu ke dalam bidang yang sesuai. Kamu dapat menghilangkan host registry di awal image name saat menggunakan Docker Hub.
đź’ˇ TIP
Kamu tidak perlu menentukan tag saat menambahkan custom image, karena nantinya kamu bisa memilih tag yang dibutuhkan saat membuat atau menyesuaikan container-nya.
Selain itu, daftar tag image akan diperbarui otomatis saat image tersebut dipilih untuk instalasi. Jadi, Kamu tidak perlu menambahkan ulang template Docker-mu ke bagian Custom, meskipun kode aplikasimu telah diperbarui.
Kalau repository-mu bersifat private, kamu perlu memasukkan username dan password yang sesuai pada kolom yang disediakan. Tapi kalau public, cukup dikosongkan saja. Lalu klik Add untuk melanjutkan.
3. Setelah beberapa detik, template barumu akan muncul di daftar Custom Images dan siap untuk digunakan atau dideploy dengan mudah di platform.

Kalau ada custom template yang sudah tidak diperlukan lagi, Kamu bisa menghapusnya dari daftar dengan klik ikon tempat sampah di pojok kanan atas pada kotaknya. Sama seperti image lainnya, custom image juga bisa kamu tambahkan ke Favorite dengan klik ikon bintang — ini memudahkan Kamu mengaksesnya kembali nanti.
4. Kalau Kamu perlu memperbarui kredensial akses ke salah satu custom container milikmu, cukup arahkan kursor ke layer yang dimaksud di dashboard, lalu buka daftar “Additionally”, dan klik opsi “Repo Credentials”.

5. Di dalam jendela Container Repository Credentials yang terbuka, kamu bisa memasukkan Login dan Password baru untuk image milikmu.

Terapkan perubahan dengan mengklik tombol Apply Changes.
Selesai! Sekarang kamu sudah memahami cara menambahkan custom container dari repository non-default ke dalam platform.
Powered by BetterDocs
