Connect to Custom Container
5 min read
Integrasi container ke dalam platform merupakan salah satu layanan yang paling penting dan banyak dibutuhkan. Kombinasi antara portabilitas container dengan kemampuan manajemen yang fleksibel dari platform membuatnya sangat menarik bagi para developer. Hal ini memungkinkan kamu untuk menghosting dan mengelola berbagai jenis aplikasi yang tersedia melalui template Docker, dengan cara yang praktis dan efisien.
Tutorial berikut akan membahas prinsip-prinsip utama dalam bekerja dengan aplikasi berbasis Docker di platform ini. Materi ini cocok untuk pemula yang baru mulai belajar tentang container dan Docker, serta untuk developer menengah yang ingin memperdalam pengelolaan aplikasi dalam lingkungan cloud yang terintegrasi.

Di bawah ini kita akan membahas secara lebih rinci mengenai cara menghubungkan ke container di dalam platform—baik dari dalam lingkungan platform (internal) maupun dari luar platform (eksternal). Kita juga akan melihat di mana menemukan informasi dasar dari container yang diperlukan untuk membuat koneksi tersebut.
Internal Connection #
Setiap container yang dibuat di platform ini akan secara otomatis mendapatkan nama domain internal dan alamat IP internal yang unik. Selanjutnya, dua hal ini bisa kamu gunakan untuk mengakses container dari container lain, selama masih berada dalam satu Cloud (satu lingkungan platform). Jadi, Kamu bisa menghubungkan antar-container melalui jaringan internal platform, tanpa perlu membuka koneksi ke luar atau menggunakan IP publik.
1. Opsi pertama yang perlu Kamu pertimbangkan saat ingin menghubungkan antar-container adalah dengan menggunakan fitur bawaan container linking.
Fitur ini memungkinkan Kamu untuk menghubungkan container dari layer yang berbeda dalam satu environment, dan mentransfer environment variable secara aman dari source Docker image ke container tujuan — tanpa perlu membuka port keluar.
Untuk itu, Kamu hanya perlu memilih lapisan yang diperlukan dan menentukan alias untuk denominasi koneksi (sementara itu, semua variabel yang relevan akan mendapatkan prefiks yang sesuai sesuai dengan itu) :

Jangan lupa untuk menyimpan (Save) dan menerapkan (Apply) perubahan yang sudah kamu buat.
Setelah itu, Kamu bisa masuk ke bagian Variables di pengaturan container untuk melihat atau mengubah environment variable yang ada, jika diperlukan. Namun, perlu diingat kalau Kamu mengubah nilai environment variable di satu container yang sudah terhubung dengan container lain, maka nilai tersebut juga akan otomatis diperbarui di container yang terhubung.
2. Jika diperlukan untuk membuat koneksi internal jenis lain (misalnya, yang memerlukan penyesuaian manual melalui file konfigurasi), Kamu perlu mengetahui nama domain container atau alamat IP yang tepat yang dapat diakses melalui jaringan internal platform.
Informasi domain dan IP internal container bisa kamu dapatkan dengan dua cara. Yang pertama adalah :
3. Lewat email notifikasi yang kamu terima setelah environment selesai dibuat.
Di dalam email tersebut, akan ada bagian yang menampilkan data admin untuk setiap container, termasuk nama domain internal dan alamat IP internal (IP Private).

4. Selain lewat email, Kamu juga bisa mendapatkan data yang sama langsung dari dashboard platform, dengan cara berikut:
- Klik tombol Open in Browser di samping container yang ingin Kamu akses.

Atau, kamu juga bisa mendapatkan informasi domain dengan cara lain yang lebih cepat, yakni dengan klik kanan pada teks domain yang muncul di bawah nama environment (biasanya di sebelah kiri layar), lalu pilih Copy link untuk menyalin domain internal container tersebut.
- Alamat IP internal node dapat dilihat dengan mengklik daftar “Additionally” untuk container yang diperlukan, seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Dengan cara-cara di atas, informasi yang kamu dapatkan — yaitu nama domain internal dan alamat IP internal — bisa langsung digunakan untuk membangun koneksi antar-container di dalam platform.
External Connection #
Untuk mengakses containermu dari luar platform (misalnya dari internet), ada beberapa cara yang bisa Kamu gunakan, yakni :
1. Kalau layanan atau aplikasi Kamu yang berjalan di dalam container menggunakan port 80, maka secara otomatis akan terbuka untuk akses dari luar (internet) melalui Shared Load Balancer yang disediakan oleh platform.

Dalam kasus seperti ini, Kamu cukup klik tombol Open in Browser pada node (container) yang sesuai untuk langsung menjalankan aplikasinya.
📝 NOTE
Kalau container Kamu tidak punya IP eksternal, platform akan secara otomatis melakukan port redirect. Artinya, jika aplikasi kamu berjalan di port kustom (bukan port 80) pada level TCP, platform akan mendeteksi port tersebut secara otomatis dan mengarahkan semua permintaan masuk ke port itu. Akibatnya, dalam kebanyakan kasus, aplikasi atau layananmu akan tersedia di Internet melalui domain node yang sesuai segera setelah dibuat.Namun, jika Kamu ingin memblokir kemungkinan tersebut, Kamu bisa menetapkan rule yang sesuai dalam firewall rule di container milikmu.
2. Untuk kebutuhan implementasi yang lebih kompleks, platform ini menyediakan fitur khusus bernama Endpoints, yang bisa kamu akses di bagian Settings (pengaturan) dari environment Kamu.

Fitur ini memungkinkanmu untuk membuka port privat di dalam container, lalu menghubungkannya ke port publik yang dipilih secara acak melalui Shared Load Balancer milik platform.
Setelah itu, Kamu akan mendapatkan Access URL khusus yang bisa digunakan untuk mengakses layanan di container dari luar (internet), meskipun port aslinya bersifat privat atau non-standar.
3. Dan opsi terakhir yang memberi Kamu kebebasan paling maksimal adalah dengan menambahkan Public IP ke container kamu.
Dengan Public IP, Kamu bisa:
- Mengamankan koneksi menggunakan SSL sertifikat milik sendiri (Custom SSL)
- Menghindari batasan jumlah koneksi yang biasanya ada di Shared Load Balancer
- Mendapatkan akses langsung penuh ke semua port container tanpa perlu mapping tambahan
- Menghubungkan container ke layanan eksternal yang membutuhkan alamat IP tetap

Dengan menggunakan Public IP, kamu bisa mengatur aplikasi kamu untuk mendengarkan (listen) di port mana pun sesuai kebutuhan.
📝 NOTE
Opsi Public IP merupakan fitur berbayar (add-on) di platform ini.Untuk melihat biaya pastinya, Kamu bisa:
- Arahkan kursor (hover) ke ikon harga yang ada di bagian kanan tampilan Topology Wizard.
- Atau buka menu Quotas & Pricing > Pricing > Options tab di dashboard kamu.
Itu saja! Sekarang Kamu bisa memanfaatkan opsi koneksi yang paling sesuai di antara yang telah dijelaskan saat bekerja dengan container Docker milikmu.
Powered by BetterDocs
