Container Volumes
2 min read
Tab Volumes menampilkan daftar volume data yang di-mount ke container saat ini. Volume ini dirancang untuk menyimpan data secara persisten, artinya data akan tetap ada meskipun container dihentikan, dihapus, atau dijalankan ulang.
Volume ditampilkan dalam bentuk path atau jalur folder yang mengarah ke lokasi mount di dalam node, sehingga kamu bisa melihat dengan jelas di mana data tersebut disimpan dan diakses oleh container.

Menyimpan data di dalam volumes memungkinkan kamu menjalankan berbagai operasi internal—seperti redeploy container ke versi tag yang berbeda—tanpa mengganggu atau menghilangkan data yang ada. Mekanisme penyimpanan ini menjaga integritas data tetap tinggi, karena kontennya tetap aman meskipun container berubah.
Selanjutnya, kita akan bahas cara menambahkan volume kustom untuk container kamu, serta jenis-jenis data mounting yang disediakan oleh platform, yaitu : Local Filesystem, Dedicated Data Container, Layer Master Container, External NFS Server
Operating Costumes Values #
Secara default, volume yang sudah ditentukan dari awal (biasanya berasal dari template yang digunakan saat pembuatan container) akan langsung muncul di bagian Docker layer settings > Volumes.
Selain itu, kamu juga punya fleksibilitas untuk menambahkan dan mengelola volume kustom yang bisa ditempatkan:
1. Klik tombol Add di atas daftar volume untuk membuka tampilan dengan empat tab, yang masing-masing sesuai dengan jenis volume yang bisa kamu buat:
- Local Filesystem – Direktori yang Kamu tentukan akan digunakan sebagai penyimpanan lokal. Volume ini akan menyimpan data secara persisten, artinya data akan tetap ada walaupun container di-redeploy, dihentikan, atau dihapus. Volume ini juga bisa diakses oleh node lain jika diperlukan.

- Data Container – Jenis volume ini memungkinkan kamu untuk meng-mount data dari layer lain yang ada di dalam akun kamu

- Master Container – Volume jenis ini menyimpan data secara fisik di node pertama (master node) dari layer tempat container berada. Data tersebut kemudian akan dibagikan secara otomatis ke semua container lain dalam layer yang sama.

- External Server – Opsi ini digunakan untuk mount data dari server NFS eksternal, baik itu penyimpanan pihak ketiga milik kamu sendiri maupun container yang berjalan di platform lain.

Setelah semua parameter untuk jenis mount yang Kamu pilih sudah diisi (Kamu bisa lihat detail lengkapnya di panduan terkait), klik tombol Add untuk menyelesaikan konfigurasi dan menambahkan volume tersebut ke container.
2. Kalau Kamu ingin mengubah pengaturan volume yang sudah ada, Kamu bisa gunakan tombol Edit di bagian atas, atau cukup klik dua kali pada volume yang ingin diubah. Dengan cara ini, Kamu bisa memperbarui pengaturan volume tanpa harus menghapus dan membuat ulang dari awal.

Di sini, Local Path adalah nilai yang tidak bisa diubah, tapi Kamu masih bisa mengganti metode mounting dengan pindah ke tab jenis volume lain dan menyesuaikan izin akses menggunakan tombol Read Only, jika kamu ingin volume hanya bisa dibaca tanpa bisa ditulis
Jangan lupa untuk klik Apply setelah kamu melakukan perubahan, supaya pengaturannya benar-benar diterapkan.
3. Kalau volume custom yang Kamu buat sudah tidak dibutuhkan, Kamu bisa dengan mudah unmount volume tersebut dengan cara memilihnya dari daftar, lalu klik tombol Remove di bagian atas.
📝 NOTE
Sebelum menghapus volume, pastikan bahwa volume tersebut tidak berisi data penting, karena setelah dihapus, data di dalamnya akan hilang secara permanen dan tidak bisa dikembalikan.Beberapa hal penting yang perlu kamu perhatikan:
- Volume bawaan (default) dari sistem tidak bisa dihapus, tapi masih bisa kamu edit jika perlu menyesuaikan pengaturannya.
- Kalau kamu ingin menghapus volume tapi tetap ingin menyimpan titik mount-nya, cukup hilangkan centang pada opsi Unmount path sebelum melanjutkan.

Konfirmasi keputusan Kamu pada jendela pop-up yang muncul setelah klik Remove.
Setelah itu, jangan lupa untuk klik tombol Apply di jendela utama pengaturan Docker layer agar semua perubahan tersimpan.
Jika Kamu sedang mengubah environment yang sudah ada sebelumnya, mungkin Kamu juga perlu klik Apply sekali lagi di topology wizard untuk menerapkan perubahan secara penuh ke environment tersebut.
Powered by BetterDocs
