Configuration Tools
3 min read
Container Configurations Tools #
Platform ini memungkinkan Kamu untuk mengelola semua aspek utama dari lifecycle container langsung lewat dashboard. Di dalamnya sudah disediakan berbagai alat yang bisa membantu mengatur environment Kamu, seperti berikut :
Container Layers Settings Wizard #
Platform ini sudah mengintegrasikan pengaturan khusus untuk Docker langsung ke dalam tampilan topology wizard. Lewat fitur ini, Kamu bisa mengatur beberapa konfigurasi container yang paling sering dibutuhkan tanpa harus masuk lewat SSH. Fitur ini kuat tapi tetap mudah digunakan, jadi Kamu bisa atur container dengan cara yang simpel dan nyaman.
Untuk memulainya, Kamu perlu membuka tampilan pengaturan tadi. Ada dua cara untuk mengaksesnya:
- Melalui topology wizard — klik tombol New Environment, lalu tambahkan container yang Kamu butuhkan atau kalau environment-nya sudah dibuat sebelumnya — klik tombol Change Environment Topology untuk mulai mengaturnya

Setelah itu, pilih container yang ingin kamu atur, lalu scroll ke bagian bawah dan klik bagian Configuration yang sesuai (bagian ini ditandai di gambar di atas). Di situ kamu bisa menyesuaikan berbagai pengaturan penting untuk container tersebut.
💡 TIP
Dengan platform ini, setiap container bisa kamu atur dulu sebelum benar-benar dibuat. Data yang dibutuhkan akan langsung diambil secara otomatis dari image manifest begitu kamu membuka configuration wizard. Jadi, kamu nggak perlu ngatur semuanya dari nol — sebagian besar info teknisnya sudah langsung terisi.
- Langsung dari dashboard — Kamu bisa akses cepat dengan cara arahkan kursor ke layer environment kamu, lalu klik ikon pengaturan dan pilih salah satu opsi yang muncul dari daftar yang terbuka. Ini memudahkanmu untuk mengelola environment tanpa harus membuka expanded list.

Setelah itu, jendela pengaturan untuk Docker layer akan muncul.

Seperti yang bisa Kamu lihat, jendela pengaturan ini terdiri dari 5 bagian terpisah, masing-masing berisi opsi pengaturan tertentu, yakni : Variables, Links, Volumes, Ports, Run Config.
Configuration File Manager #
File manager bawaan ini dirancang untuk membantu Kamu mengelola file yang ada di dalam container, termasuk file yang tersedia atau dibagikan lewat fitur Shared Storage Container.
Untuk membuka file manager ini, cukup klik tombol Config yang ada di samping node atau layer yang ingin kamu akses. Setelah itu, tab pengelolaan file akan terbuka, dan kamu bisa langsung melihat, mengedit, menambahkan, atau menghapus file di dalam container dengan mudah, langsung dari dashboard.

File manager ini memiliki 4 bagian utama, masing-masing dengan fungsinya sendiri:
- Root (File Manager) – Memberikan akses langsung ke sistem file lokal di dalam container. Di sini kamu bisa mengelola data yang ada, termasuk file konfigurasi yang mengatur cara kerja instance.
- Mount Points – Menampilkan daftar folder yang sebenarnya tersimpan di node lain (remote), tapi bisa digunakan di container saat ini lewat proses mounting. Jadi kamu bisa akses data dari tempat lain tanpa perlu memindahkannya.
- Exports – Daftar folder yang dibagikan ke node lain. Artinya, folder-folder ini tersimpan secara lokal tapi bisa diakses dari instance lain di dalam cluster.
- Favorites – Kumpulan file dan folder yang sering kamu gunakan, supaya bisa diakses dengan cepat dan mudah. Kamu juga bisa menandai file atau folder tertentu sebagai favorit secara manual.
💡 TIP
Kalau layer environment Kamu berisi beberapa container dengan jenis yang sama, kamu bisa dengan mudah berpindah antar container langsung dari file manager. Caranya, cukup pilih container yang ingin kamu kelola lewat drop-down list di bagian atas tampilan (bagian yang dikotaki merah pada gambar di atas).
Dengan cara ini, file manager memberikanmu kontrol penuh atas sistem file di dalam container, tanpa perlu alat tambahan apa pun.
Tapi, perlu kamu ingat: hati-hati saat mengubah file. Kalau ada kesalahan atau sesuatu jadi bermasalah setelah kamu ubah, perubahan tersebut tidak bisa dibatalkan. Jadi pastikan kamu tahu apa yang sedang kamu edit sebelum menyimpan perubahan.
Log Files #
Bagian lain di dashboard platform yang bisa bantu kamu dalam mengelola proyek adalah Logs.
Di sini, semua data terkait aktivitas container Kamu akan dicatat — mulai dari proses berjalan, error, hingga status sistem. Informasi ini sangat berguna saat Kamu perlu troubleshooting atau debugging aplikasi dan layanan yang berjalan, karena Kamu bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik layar secara rinci.

📝 NOTE
Daftar file dan direktori log yang ditampilkan bisa berbeda-beda, tergantung dari software stack yang digunakan di container kamu.
File log di dalam container akan di-rotate secara otomatis. Jadi, kalau ukurannya sudah mencapai 50 MB, log tersebut akan langsung dikompres dan dipindahkan ke directory khusus bernama rotated_logs.
Kalau Kamu ingin melihat arsip log yang sudah dikompres itu, Kamu perlu masuk ke container lewat SSH, lalu download file-nya untuk diperiksa dikomputermu. File-file log tadi disimpan selama 7 hari setelah itu akan dihapus secara otomatis, karena dianggap sebagai data yang sudah tidak relevan.
SSH Access to Container #
Kalau kamu lebih suka mengelola container lewat terminal, kamu bisa dengan mudah terhubung ke container mana pun lewat SSH, meskipun container tersebut tidak punya alamat IP eksternal. Setelah terhubung, kamu punya kebebasan penuh untuk menjalankan berbagai perintah langsung dari komputer kamu.
Selain itu, platform ini juga menyediakan CLI (Command Line Interface) client khusus. Dengan alat ini, kamu bisa menjalankan sebagian besar operasi penting untuk mengelola siklus hidup aplikasi, lewat rangkaian skrip perintah yang sudah disiapkan.
Menariknya, struktur perintah di CLI ini dibuat mirip dengan struktur API milik platform, jadi kamu akan cepat terbiasa dan mudah memahami penggunaannya.
Powered by BetterDocs
